Karena Kamu Jauh, Puisi Ini Ada
“Dear… karena kamu jauh, puisi ini ada, dan
tercipta rajutan kata-kata melukiskan
kerinduan abadi, firasat terdalam berbisik
lembut meluluhkan jiwaku, karena aku
sayang kamu”.
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "
"Percaya diri bukan sekedar dianggap hebat, namun memang sudah hebat sejak lahir. Hanya saja persepsi diri kita yang menghalangi kehebatan kita masing-masing." — Rahmat, motivasi-islami.com
“Dear… karena kamu jauh, puisi ini ada, dan
tercipta rajutan kata-kata melukiskan
kerinduan abadi, firasat terdalam berbisik
lembut meluluhkan jiwaku, karena aku
sayang kamu”.
Hari demi hari telah kita lewati bersama
Permohonan mengiringi penyesalan
Tak terasa detik-detik mulai bernyanyi
Lantunan gitar cukup mengobati
Hanya mengingat syair-syair dariku
Disaat dunia mulai terbalik
Sebab akulah yang dahului
Mengawali...membohongi…mendustai
Hingga akulah yang dahului
Mengawali … membohongi … mendustai
Hingga akulah juga yang menodai
Lembaran putih yang baru tertulis
Persyaratan…
Awal saling mengerti…
Awal pendewasaan…
Awal pegamalan…
Awal pengenalan karakter…
Namun engkau begitu kejam
Aku cuma menyesal dengan semua itu
Luncurkan seutas kata maaf dariku
Aku sadarkan di hadapmu
Lewat puisi...Lewat isyarat
Entah lewat apalagi
Namun tuluskah hatimu…?
Bolehkah aku mengalah denganmu…?
Tapi luka itu sungguh sakit
Jika engkau coba ingatnya
Mungkin obat itu tiada aku dapati
Hingga engkau terbujur lemah
Tak berdaya… menangis… menyesal !!!
Terlintas hasratcari model
Sembari engkau berondongkan
Timah panas sejurus tepat di dadaku
Lewat olahan kata manismu
“ Mengapa kamu lakukan itu semua?
apa tujuannya? “
tidakkah engkau pikir akibatnya?
Arjun jawablah ?”
namun haruskah aku mengalah?
terdorong sudah aku ke jurang
salam terakhir coba aku “ ngiangkan “
“ Kawan jika engkau mau dengar kata penjelasku kau akan temukan
arti yang sebenarnya, dengar salam terakhirku…”
Namun haruskah aku mengalah ?
Ketika aku menatap mata kedepan
Aku melihat harapan terhampar disana
Seolah kemilaunya cahaya surya
Melabrak rubuhku untuk segera menghampirinya
Lalu menyapa, tolong dengar kata-kataku ini” Maafkan Aku..”
Entah apa lagi yang akan ku ucap
Seakan lidah ini kaku
Mulut terasa kelu
Dijahit, dtusuk, dirajang
sakit...jangan sungguhn sakit
sesaat lalu secercah sinar mentari tiba diufuk barat
hembusan angin senjanya itu tlah menuntun
mendorong serta menghipnotis ego yang melukai pikiranku
lukanya begitu besar hingga melebar, gatal, sakit, dan busuk
mulai berangsur pulih
harapan yang aku lihat kini
terselimuti awan hitam disekelilingnya
jiwaku mulai bimbangn
keraguan terus mengiringi setiap jejak langkahku
namun namun cahaya rembulan yang kadang hadir
terkadang hilang ditelan gelapnya malam
telah berganti menjadi purnama sejati memberi terang tanpa pamrih
memberi segala yang dia punyai
memberi ketenangan yang mesti diresapi
tanpa pengecut iapun berkata”Maafkanlah arjun..!layaknya cahayaku yang menerangi
isi bmi tanpa perbedaan”
ku kulum senyum dalam hati
ternyata purnamapun mengerti
harapan itu semakin jelas semakin dekat semakin terlihat
oleh cahaya purnama malam ini
namun hingga mentari terjaga harapan untuk mendengar kata itu lepas dari bibirmu
“Arjun engkau telah aku maafkan,
Kini engkau perbaiki,
Cobalah engkau resapi,
Juga pikirkan lagi, sebelum kau bernyali
Dan jangan kau ulangi lagi..!”
MUSNAH begitu saja
Sedetik lagi kucoba untuk balik kanan dan meninggalkan harapan itu
Namun kau terlebih dahulu telah
Bentangkan jalan penuh duri goreskan luka penuh arti
Sekali lagi Harapan untuk dimaafkan
Kata itu “MAAFKAN AKU KASIH...”
Ternyata dirimu bukanlah purnama
Hanya rembulan yang terkadang hadir
Dan kadang hilang tertelan gelapnya malam
Disaat memberi terang, sesaat kemudian engkau biarkan aku meraba
Dalam kelam dan gelapnya malam...
Tak sedikitpun kau peduli
Anginpun enggan menyibak awan
Hingga akupun seakin tak mengerti
Karena dirimu telah bertekad menyimpan rasa hati sampai mati...
Kemanakah aku harus mencari
Arti akan teka-teki hatimu?
Dikala itu ka tawarkanku
Kau sodorkanku
Kau berikan ketenangan dan kedamaian
Namun sesaat kemudian kau bentangkan jalan penuh duri
Yang teramat sulit aku lewati...
Bila semua sebabku khilafku, ajarilah aku merengguk segala kelegaan suci
Ulurkan tanganmu tuk selalu membimbingku setiap waktu...
Asaku sungguh begitu besar untuk hadirkan disetiap sudut relung hatimu
Suatu ketenangan dan kedamaian sejati
Tapi, suatu saat nanti...
Lewat lembaran ini izinkanlah aku untuk mencoba
Merangkai kata, merajut rasa agar tercipta rasa berjuta makna
Yang pernah berbagi rasa denganku
Dari pelataran hampa ini kuuntai senyum
Walau kutahu senyum itu jauh darimu
Mestinya bulan ini saat-saat terindah yang seharusnya kita lalui bersama
Saat-saat kebahagiaan menyelimuti hatimu, kasih...
Saat-saat ceria menghiasi senyum manismu, kebanggaan atas ketulusanmu
Tapi mengapa hal buruk itu harus kita lalui?
Mungkin ini salahku
aku terlalu egois,
aku terlalu...ah entah apalagi yang mesti aku lakukan
aku bingung, bimbang apa yang harus aku perbuat
aku tidak ingin harus ada yang tersakiti diantara kita
dan egoisku tak ingin semua berlalu begitu saja
mungkinkah kita akan bersama kembali? Setelah Sepuluh Purnama kita jauh
berpisah?
Dari lubuk hatiku yang paling dalam aku menyayangimu
Hanya kau yang terindah yang pernah aku miliki
Biar kupeluk erat bayangmu meski dalam mimpi
Walau sadar ku hanya anak manusia yang tak mampu hadirkan kebahagiaan
Dihatimu
Mungkin hanya rasa sakit hatimu saja yang mungkin takkan terobati...
Lewat pandangan mata ada yang ingin kungkapkan padamu
Namun entahlah, begitu sulit tertutur
Padahal kuingin kau tahu bahwa sekeping hati menantimu...
Jika memang cinta itu dad
Mengapa keberanian itu tak terwujud
Aku diam bukannya tak mau
Aku diam bukannya tak cinta
Yang sesungguhnya hati ini kecewa melihat sikapmu...
Tabu bagi seorang aku
Untuk memulainya terlebih dahulu
Aku hanya bisa menunggu, kalau tak ingin dikatakan murah olehmu
Kapankah kau mengerti akan diriku?
Tuhan jika dia bukan milikku
Jauhkanlah rasa dambaku atas kehadiran dirinya
Karena aku tak mau hidup dalam bayang mimpi semu...
Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai,
Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan.
Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik,
Itu bukan pilihan, itu kesempatan.
Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan,
Itupun adaah kesempatan.
Bila kita memutuskan untukmencintai orang tersebut,
Bahkan dengan segala kekurangannya,
Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan.
Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi,
Itu adalah pilihan.
Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain
Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu
Dan tetap memilih untuk mencintainya,
Itulah pilihan.
Perasaan cinta, simpatik, tertarik,
Datang bagai kesempatan pada kita.
Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan.
Pilihan yang kita lakukan.
Berbicara tentang pasangan jiwa,
Ada suatu kutipan dari film yang Mungkin sangat tepat :
"Nasib membawa kita bersama,
tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil"
Pasangan jiwa bisa benar-benar ada.
Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang
Yang diciptakan hanya untukmu.
Tetapi tetap berpulang padamu
Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin
Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak...
Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita,
Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita,
Adalah pilihan yang harus kita lakukan.
Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang
yang sempurna untuk dicintai
TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna
saat aku melihatmu..aku takut tuk mengenalmu . 'saat aku menyukaimu .' aku takut
tak dapat memilikimu . "saat aku memilikimu ... aku takut kalau harus kehilangan
dirimu sayang....
Designed by EZwpthemes
Converted into Blogger Templates by Theme Craft,